Release / Tower Bersama (TBIG) Luncurkan Buku Motivasi Anak Aku Bisa

Jakarta, 10 Juni 2012- PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) hari ini meluncurkan buku motivasi anak “Aku Bisa” yang ditulis oleh Wiyanna selaku Corporate Communications Head TBIG. Buku motivasi anak ini akan dibagikan secara gratis kepada anak-anak di Rumah Belajar TBIG dan anak-anak putus sekolah dibawah pengawasan kementrian sosial. Peluncuran buku ini dilakukan bersamaan dengan kampanye ’Aksi Bangun Cerdas Bersama’ yang merupakan Program CSR TBIG di bidang Pendidikan.

 

Herman Setya BudiDirektur Utama TBIG dalam konperensi pers hari ini menjelaskan bahwa sebagai bentuk komitmen TBIG akan tanggung jawab sosial kepada masyarakat  melalui Program CSR di bidang Pendidikan, TBIG bekerjasama dengan Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) mendirikan Rumah Belajar bagi anak-anak putus sekolah yang diresmikan pada tanggal 6 Juni 2012 lalu di Manggarai.  Program Rumah Belajar ini didirikan sebagai upaya membantu pemerintah untuk mencerdaskan anak bangsa dan memberikan wadah bagi anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus untuk mendapatkan pendidikan layak demi masa depan mereka.

 

“Melalui kegiatan CSR ini, kami berupaya untuk dapat mengurangi jumlah anak-anak putus sekolah di Indonesia. Disamping itu, sebagai bentuk dukungan kepada Program Rumah Belajar, TBIG juga meluncurkan Buku Motivasi bagi anak-anak  untuk membangun motivasi serta semangat kepada anak-anak putus sekolah. Menurut data Depdiknas, saat ini angka anak tidak melanjutkan sekolah tingkat SD di Jakarta tahun 2009 mencapai 14.341, SMP mencapai 2.510 anak, dan SMA mencapai 4.780 anak.” Ujar Herman.

 

Ditambahkan Herman, selain faktor ekonomi, kurangnya motivasi pada anak-anak untuk terus berusaha dan belajar demi masa depan yang lebih baik dirasa masih sangat kurang. Menurunnya motivasi ini bisa disebabkan karena pengaruh lingkungan tempat mereka tinggal dan kepasrahan terhadap keadaan tanpa ada niat berjuang meraih kehidupan yang lebih baik. Ditambah dengan anggapan bahwa biaya pendidikan sangat tinggi dan ketidakmampuan untuk membiayainya.

 

Dalam konperensi pers tersebut, Wiyanna selaku Corporate Communications TBIG mengungkapkan “Berawal dari keprihatinan akan banyaknya anak-anak yang harus putus sekolah dan anak-anak jalanan, munculah keinginan untuk memberikan motivasi kepada anak-anak agar mereka dapat mengubah cara pandang dan pikiran mereka, menumbuhkan kembali mimpi dan cita-cita untuk bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik di masa depan, serta keyakinan bahwa mereka “Pasti Bisa” apabila ada kemauan dan usaha. Untuk itulah kami meluncurkan buku “Aku Bisa” yang berisi kumpulan kisah nyata dari para tokoh dunia yang sudah cukup di kenal oleh anak-anak akan kesuksesannya. Namun anak-anak juga harus mengetahui kisah nyata mereka dalam meraih kesuksesan tersebut. Harapannya dengan membaca kisah perjuangan dari para tokoh tersebut akan menumbuhkan harapan dan keyakinan bahwa mereka juga bisa meraih kesuksesan seperti para tokoh tersebut. ”

 

Wiyanna juga menambahkan bahwa buku ini penuh dengan pesan membangun untuk  memberikan semangat kepada anak-anak untuk terus berjuang dalam menggali potensi diri serta memperbaiki kualitas hidup mereka.

 

Ajak Masyarakat Kampanye Aksi Bangun Cerdas Bersama “Aku Bisa”

 

Bersamaan dengan peluncuran buku ‘Aku Bisa’, TBIG juga menyelenggarakan acara  Fun Run & Fun Bike bersama ratusan pelari, pesepeda, mitra Bisnis, dan anak-anak putus sekolah dengan rute Driving Range Senayan - Bundaran HI - Driving Range Senayan, serta pembubuhan tanda tangan partisipasi di wall of fame Aku Bisa.

 

Dalam kesempatan ini pula, Herman Setya Budi Direktur Utama TBIG menyerahkan 500 tas sekolah dan buku motivasi anak ‘Aku Bisa’ secara simbolis kepada Kementrian Sosial dan 200 tas sekolah dan buku kepada Veronica Colondam founder & CEO YCAB. Tas sekolah dan buku motivasi ini dibagikan secara gratis bagi anak-anak putus sekolah.

 

Veronica Colondam, Founder & CEO Yayasan Cinta Anak Bangsa selaku partner TBIG dalam Rumah Belajar mengatakan “Kami menyambut gembira serta mendukung upaya TBIG untuk terus memotivasi anak-anak putus sekolah. Di Rumah Belajar ini kami akan menerapkan disiplin tinggi serta kualitas tenaga pengajar yang baik agar Rumah Belajar TBIG mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas baik.”

 

“Kami berharap kampanye tidak berhenti sampai di sini, namun kedepannya TBIG akan terus berupaya melakukan kegiatan-kegiatan yang mampu memberikan inspirasi kepada masyarakat khususnya generasi muda untuk tetap memiliki semangat Aku Bisa!” Tegas Wiyanna.