Release / PT INDOPURA RESOURCES DAN CHINA BANGUN PABRIK CGA ALUMINA DI KALIMANTAN BARAT US$ 500 JUTA

INDOPURA RESOURCES DAN CHINA MELAKUKAN PELETAKAN BATU PERTAMA UNTUK PEMBANGUNAN PABRIK CGA ALUMINA DI KALIMANTAN BARAT DENGAN TOTAL INVESTASI US$ 500 JUTA ATAU SEKITAR Rp 6 TRILIUN

PONTIANAK, 18 Desember 2013 –PT Indopura Resources merupakan perusahaan joint venture Indonesia – Singapura – China yang bergerak dibidang khusus untuk pembangunan pabrik CGA (Chemical Grade Alumina) menggandeng empat  perusahaan besar asal China melakukan peletakan batu pertama pembangunan pabrik CGA Alumina hari ini (18/12) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dengan total nilai investasi US$ 500 juta atau sekitar Rp. 6 triliun.  Keempat perusahaan itu adalah Northern Heavy Industries Group Co. Ltd (NHI Group), China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), Zhongtai Construction Group dan Northeastern University Engineering & Research Institute.

Ditargetkan pabrik tersebut mulai dibangun pada awal tahun 2014 dan dapat beroperasi pada akhir tahun 2017 diatas lahan seluas 224 hektar.  Mulai saat ini proses pembangunan pabrik yang dilakukan Indopura Resources adalah perencanaan konstruksi dan desain pembangunan pabrik yang akan rampung kurang lebih satu tahun kedepan, karena harus dilakukan proses studi kelayakan (feasibility studies), termasuk EPC (Engineering, Procurement, Construction) yang dilakukan Indopura Resources bersama Northern Heavy Industries Group Co. Ltd (NHI Group), China State Construction Engineering Corporation (CSCEC), Zhongtai Construction Group dan Northeastern University Engineering & Research Institute.

 “Tujuan kami melakukan peletakan batu pertama disini adalah komitmen kami untuk berinvestasi pada industri pengolahan dan pemurnian bauksit (bauxite refinery) di Kalimantan Barat yang memiliki deposit bauksit sekitar 4,3 milyar ton.  Oleh karena itu kami membawa teknologi terkini untuk mengolah bauksit yang tersedia di Kalimantan Barat untuk menjadi bahan jadi dan akan lebih mempunyai nilai tambah (added value) terhadap perekonomian di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat, serta dapat menyerap mayoritas tenaga kerja lokal sekitar 1,500 orang.”, tegas M Arief Winata, Managing Director PT Indopura Resources.

Indopura Resources ingin melakukan alih teknologi terhadap Indonesia karena Indonesia punya bahan baku dan pihak asing memiliki teknologinya. Sehingga ke depannya, Indonesia bukan hanya negara pengekspor bahan mentah akan tetapi sudah memiliki teknologi untuk memproduksi barang jadi untuk memenuhi permintaan pasar domestik dan sisanya untuk ekspor ke luar negeri.  Indopura Resources menargetkan total produksi CGA Alumina mencapai 1,2 juta metrik ton pertahun, dengan komposisi produksi tahap pertama sebanyak 600 ribu metrik ton dan tahap kedua sebanyak 600 ribu metrik ton.

Terkait dengan pembangunan pabrik bauksit tersebut, Indopura Resources akan mengukuti aturan DMO (Domestic Market Obligation) dari pemeriintah dan sisanya baru kami ekpor ke luar negeri. Indopura Resources saat ini masih menunggu aturan DMO dari pemerintah, dimana pada saat pemerintah mengeluarkan aturan DMO tersebut pihak Indopura Resources akan mendukung penuh kebutuhan CGA Alumina yang dibutuhkan di dalam negeri dan mengharapkan aturan DMO dari pemerintah dapat ditetapkan kepada kami yang berkomitmen untuk membangun pabrik pemurnian dan pegelolahan mineral, khususnya  CGA alumina.

Sedangkan untuk sarana penunjang pembangkit listrik Indopura Resources akan membangun pembangkit listrik sebesar2 x 25 MW (megawatt) untuk pengoperasian pabrik CGA Alumina tersebut.  Selain itu pabrik tersebut nantinya akan memiliki fasilitas lainnya seperti dermaga (wharf) untuk kebutuhan akses distribusi dan juga program CSR (Corporate Social Responsibility) untuk kepentingan masyarakat seperti klinik kesehatan dan pendidikan.

“Kami mengharapkan Pemerintah Indonesia mendukung kami (PT Indopura Resources),  dimana kami telah membawa investasi ke dalam negeri dengan peraturan yang dikeluarkan oleh Pemerintah, yakni Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, khususnya terkait dengan kewajiban pengolahan dan pemurnian mineral di dalam negeri paling lambat tanggal 12 Januari 2014. Kami juga mengharapakan dukungan penuh dari Pemerintah untuk memberi kelonggaran kepada para pengusaha tambang mineral agar bisa diberikan kesempatan untuk mengekspor bahan baku mineral hingga rampungnya pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian CGA Alumina di Indonesia dari para pengusaha tambang mineral maupun para pengusaha yang membawa investasi untuk pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian mineral.”, Arief menambahkan.

--- Selesai ---