Release / Asia Tenggara Siapkan Gerakan Kota Hijau

Dengan kemitraan baru dan konten yang lebih besar,  Build Eco Xpo (BEX) Asia 2013 memberikan dukungan yang kuat terhadap agenda Hijau di Asia Tenggara

 

JAKARTA, 2 JULI 2013 -Singapura melaksanakan bagian dari rencana untuk pembangunan berkelanjutan untuk lingkungan, Singapura telah meluncurkan Green Building Masterplan yang kedua pada tahun 2009, dengan fokus kepada bangunan hijau yang ada pada tahun 2030. Selain itu, pada awal tahun ini, Singapura meluncurkan Blueprint Berkelanjutan di bawah Gerakan Singapura Berkelanjutan yang bertujuan untuk membuat kota yang hidup dan layak huni. Bluepirint ini terdiri dari strategi dan inisiatif yang dibutuhkan bagi Singapura untuk menjadi pemimpin ke arah ini dan mengundang individu, perusahaan dan pemerintah untuk semua menjadi bagian peranan dari mereka.

Singapura tentu tidak sendirian dalam usahanya dan bergabung dengan negara-negara lain di wilayah Asia Tenggara. Thailand memiliki inisiatif "Low Carbon City" yang bertujuan untuk membantu mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca dan mengkatalisasi pergeseran ini ke masyarakat rendah karbon. Filipina juga memiliki inisiatif hijau yang akan berguna untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Di Indonesia, pada bulan April tahun ini kota Jakarta telah menerapkan wajib Green Building Codes. Program ini dimaksudkan untuk mendorong pembangunan gedung hemat energi di Indonesia sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk Bangunan Energi Efisien melalui pengembangan kode bangunan energi yang efisien dan pengembangan software desain bangunan hemat energi. Nantinya, program ini juga akan diterapkan di lima kota besar di Indonesia.

Pada tingkat nasional, Departemen Pekerjaan Umum juga sedang mempersiapkan untuk mengumumkan regulasi terbaru mengenai wajib teknis pada akhir tahun ini.

"Agar berhasil untuk meningkatkan kesadaran hijau dan kesadaran masyarakat, kami percaya bahwa semua ini harus menjadi upaya gabungan dari pihak pemerintah, baik pusat maupun daerah di Indonesia dan juga para  pemilik bisnis swasta," kata Ir. Djohan Pahlawan, Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Konsultan Nasional Indonesia (INKINDO) dan Ketua Komite Green Building Indonesia. "Dengan memiliki sikap yang baik dan pola pikir terhadap gerakan hijau akan mengarah kepada apa yang kita akan capai dan kami percaya bahwa  adanya eksposur hijau di kawasan Asia Tenggara akan menguntungkan Indonesia dengan menyediakan lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan jaringan dan bertukar pikiran."

Sebagai wilayah terdepan dengan agenda hijau, khususnya Singapura juga telah berulang kali menyoroti pentingnya Public Private Partnership (PPP) untuk gerakan kota hijau untuk mendapatkan momentum yang lebih besar.

Sebuah kota hanya dapat dianggap benar-benar hijau jika infrastrukturnya terdiri dari kawasan perumahan,  industri komersial dan semua kesadaran yang menggabungkan elemen hijau ke dalam desain dan fungsinya.

"Sejak tahun 2008, BEX Asia telah memimpin untuk mendorong gerakan industri hijau dengan menyediakan sebuah tatanan/platform untuk interaksi regional," kata Louise Chua, Project Director Reed Exhibitions yang menyelenggarakan BEX Asia.

Dia juga menambahkan bahwa, "Melalui penyediaan tatanan/platform ini dapat memfasilitasi ide-ide dan pertukaran teknologi, kami berharap dapat membantu mendorong industri untuk tahap berikutnya dan mendorong perusahaan untuk mengambil pendekatan yang lebih terintegrasi dalam hal mengadopsi teknologi hijau dan metodenya."

BEX Asia 2013 - Penekanan yang lebih besar pada solusi efisiensi energi

Sebagai sebuah kunci ajang pameran hijau di kawasan Asia Tenggara yang menjanjikan sebuah karya multi-disiplin dari solusi hijau terbaru untuk pembangunan perumahan dan komersial, sangat penting bahwa BEX Asia untuk selalu maju dan menyadari tren pasar terbaru.

Dengan melihat peningkatan permintaan pada solusi efisiensi energi, ajang acara pameran BEX Asia 2013 dapat dilihat sebuah merek baru, yakni Energy Efficiency Trail yang bertujuan untuk menawarkan rangkaian solusi hijau terlengkap dari perangkat lunak sistem hijau untuk sistem Pemanas, Ventilasi dan Air-Conditioning (HVAC).

BEX Asia 2013 - Partisipasi dan kolaborasi Baru

Lebih dari itu, dalam konten efisiensi energi yang ditawarkan tahun ini, BEX Asia 2013 juga akan menawarkan peluang bisnis yang lebih besar dan melihat dua Negara baru yang ikut berpartisipasi, yakni Jepang dan Swiss. Salah satunya, Japan External Trade Organization (JETRO), sebuah organisasi yang berafiliasi dengan pemerintah Jepang dan akan mengajak lebih dari 15 perusahaan Jepang ke ajang pameran BEX Asia 2013.

BEX Asia 2013 akan diselenggarakan bersamaan dengan edisi perdana World Engineering Expo (WEE) 2013 dan World Engineers Summit (WES) 2013 dan juga International Green Building Conference (IGBC) 2013, sehingga acara ini  benar-benar holistik dan semuanya mencakup seluruh pameran hijau.

Sementara itu, BEX Asia 2013 menawarkan solusi hijau untuk properti perumahan dan komersial, WEE berfokus terutama pada jasa rekayasa, konsultasi, produk dan jasa dan WES menyentuh isu-isu yang lebih besar, seperti infrastruktur, perkembangan industri dan perubahan iklim. Secara bersamaan para peserta akan  saling melengkapi satu sama lain untuk menyediakan sebuah tatanan/platform yang komprehensif dari pemikiran para pemimpin dan praktisi arsitektur, desain dan rekayasa solusi praktis untuk industri di wilayah Asia Tenggara.

BEX Asia 2013 akan diadakan pada 11 hingga 13 September 2013 di Marina Bay Sands Convention Centre, Singapura. Acara pameran BEX Asia 2013 dapat melihat lebih dari 300 perusahaan  internasional peserta pameran yang datang bersama-sama untuk menampilkan berbagai produk hijau terbesar di Asia Tenggara.

 --Selesai--